Breaking News

KABUPATEN BANDUNG BARAT MERAIH PERINGKAT 1 DALAM PENGANGKATAN GURU PENGGERAK MENJADI KEPALA SEKOLAH

 


Beritaedukasi.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah  (Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen) melalui PMO (Project Management Office) PDM-05: Kemitraan daerah, berkolaborasi dengan lintas satuan kerja dan unit utama lain di Kemendikbudristek menyelenggarakan kegiatan Strategi Penguatan Advokasi UPT terhadap pemda dalam rangka percepatan Guru Penggerak menjadi Kepala Sekolah, pada 27 sd 29 Juli 2023 di Atria Hotel Gading Serpong Kabupaten Tangerang, Banten.

Kegiatan advokasi ini semakin intens dilakukan dengan tujuan memperjuangkan kebijakan pengangkatan guru penggerak menjadi kepala sekolah guna memperkuat mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Lulusan Program Guru Penggerak diharapkan mampu menjadi agen perubahan di satuan pendidikan untuk memimpin proses pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada peserta didik melalui berbagai inovasi yang diciptakan. 

Sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, salah satu syarat penugasan Kepala Sekolah adalah memiliki sertifikat guru penggerak. Melalui kebijakan pengangkatan guru penggerak menjadi kepala sekolah, diharapkan potensi mereka dalam menggerakkan perubahan positif di dunia pendidikan bisa lebih dimanfaatkan. Kepala sekolah yang berasal dari kalangan guru penggerak diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kemajuan satuan pendidikan yang dipimpinnya. 

Kabupaten Bandung Barat telah berhasil menjadi peringkat satu dalam pengangkatan kepala sekolah dari guru penggerak, dengan angka keberhasilan 82,5% guru penggerak angkatan 4 yang telah diangkat menjadi kepala sekolah pada tanggal 22 Desember 2022 lalu. 

Berkat keberhasilan ini, Kemendikbud ristek telah mengundang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat yang diwakili oleh Kepala Seksi Tendik Bidang SMP, Dr. Wika Karina Damayanti, S.Pd. S.H. M.Pd. dan salah seorang kepala sekolah jenjang SMP dari unsur guru penggerak, Nenden Amalia, S.Pd. S.Kom. M.Pd, Kepala SMPN 3 Cisarua untuk berbagi Praktik Baik.

Wika Karina D, dalam presentasinya menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat menerapkan 4 tahapan seleksi calon kepala sekolah, yaitu 1) Seleksi administratif, 2) Seleksi akademik oleh LPPKS, 3)  PGP atau diklat CKS (LPMP) dan 4) Penempatan. CKS Bandung Barat terbagi 2 tipe yaitu 1) CKS  yang lolos seleksi Program Guru Penggerak (9 bulan) dan 2) CKS yang berasal dari Guru Senior dan telah mengikuti diklat kepala sekolah.  Melalui Strategi membangun komitmen bersama serta dukungan dari Kepala Daerah terkait Program Guru Penggerak, kerjasama yang baik dengan UPT Kemendikbudristek melalui BBGP dan BBPMP Jabar dalam pelaksanaan program guru penggerak, serta komitmen Dinas Pendidikan dalam pengangkatan kepala sekolah dari guru penggerak menjadikan Kabupaten Bandung Barat sebagai Kabupaten terbaik dalam pengangkatan kepala sekolah dari guru penggerak. 

Nenden Amalia, KS SMPN 3 Cisarua menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Pemda Bandung Barat yang telah memfasilitasi pengangkatannya dari Program Guru Penggerak. Nenden juga menandaskan bahwa, dengan bekal diklat PGP, CKS dari Program Guru Penggerak  merupakan sosok Guru Penggerak yang memiliki dedikasi tinggi, kompetensi, dan keberanian untuk melakukan inovasi dalam mengajar serta memimpin proyek-proyek pendidikan. Mereka merupakan agen perubahan yang telah terbukti mampu menginspirasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah mereka. Sehingga ketika mereka menduduki Kepala Sekolah sudah memiliki bekal kepemimpinan yang kuat. Sehingga advokasi percepatan Pengangkatan KS dari Guru Penggerak oleh Pemda merupakan langkah yang paling tepat dilaksanakan. Dalam presentasinya juga, Nenden menambahkan keberhasilannya menjadi KS dengan Program 100 hari kerja, sehingga terlihat perubahan baik dari segi kegiatan intra kurikuler & ekstra kurikuler siswa serta penambahan sarana dan prasarana sekolah yang lebih baik dari sebelumnya.**(sumber berita Nenden Amalia,S.Pd.,S.Kom.,M.Pd.,  Kepala Sekolah SMPN 3 Cisarua KBB)

Tidak ada komentar